
Baru 4 (empat) tahun saja Indonesia hidup dalam situasi damai tentram, terhindar dari ketakutan dentuman bom yang memakan korban tidak bersalah. Bukan hanya itu saja, kesempatan ini dimanfaati oleh sebagian orang yang melakukan teror bom ke sejumlah kawasan yang memang dianggap HOT SPOT teroris melakukan aksinya. Otak pelakunya siapa? Tidak lain semua tertuju kepada Sdr. NOORDIN. M. TOP asal Malaysia. Pertanyaan selanjutnya mengapa harus Negara Indonesia yang menjadi sasaran penyerangan Sdr. NOORDIN. M. TOP? Maaf saja, bukankah Negara kelahiran Sdr. NOORDIN. M. TOP itu lebih banyak warga asing? Apa ini dikarenakan stabilitas negara yang tidak konsisten? Atau masyarakat Indonesia yang terlalu bangga dan lebih mudah untuk mempercayai apa pun dari orang asing? Mungkin ini tidak perlu kita bahas, karena setiap pembaca pasti telah memiliki asumsi jawaban dari sejumlah pertanyaan tersebut. Tapi warga Indonesia perlu berbangga hati terhadap kinerja dari Polri untuk menciduk setiap teroris yang berani mengacaukan situasi kondusif negara Indonesia.
Tetapi kinerja dari Polri belum maksimal, teroris yang telah diciduk aparat kepolisian hanyalah kaki-kaki Sdr. NOORDIN. M. TOP yang telah terjebak pernyataan atas suatu agama. Jumat, 7 Agustus 2009 kurang lebih pukul 17.00 wib telah terjadi pengepungan didaerah temanggung atas 1(satu) unit rumah warga didesa beji. Kabarnya rumah ini adalah milik orang tua gembong teroris tata yang telah tertangkap 3 tahun yang lalu. Begitu juga pada hari Jumat sore tersebut aparat polisi telah melakukan pengepungan atas rumah tersebut. Karena sesuai dengan informasi dari 2(dua) orang yang pada hari yang sama telah ditangkap bahwasanya Sdr. NOORDIN. M. TOP berada dirumah orang tua tata di desa Beji. Pertanyaannya sebegitu mudah nya aparat polisi mempercayai bocoran informasi dari kedua orang tersebut? Benarkah Sdr. NOORDIN. M. TOP berani bersembunyi dirumah gembong teroris yang telah tertangkap? Karena sudah tentu Polri pasti akan terus menyisir dan memantau seluruh rumah, tempat gembong teroris yang telah tertangkap atau telah divonis hukuman mati. Tapi jika memang benar itu Sdr. NOORDIN. M. TOP maka kita perlu yakin teroris telah menjadi lemah dan butuh waktu lama untuk merintis kembali organisasi teroris. Disinilah momentum bagi Polri untuk secepat mungkin menangkap dan membubarkan organisasi teroris tersebut. Tapi dari kaca mata saya cukup sedih melihat respek dari Polri dalam penyerbuan di daerah temanggung. Hanya untuk menangkap 1(satu) orang yang dikabarkan adalah Sdr. NOORD. M. TOP, Polri mengerahkan cukup banyak personil dengan persenjataan lengkap. Yah, kita tunggu saja hasil tes DNA dari keluarga Sdr. NOORDIN. M. TOP yang akan segera datang dari Negara Malaysia. Mudaha-mudahan itu lah Sdr. NOORDIN. M. TOP yang telah terbujur kaku di kamar mayat RS. Kramat Jati. Selamat Polri....!!Semangat Bapak Kapolri...

0 komentar:
Posting Komentar