Berkembang pesat populasi TERORIS di Negara Indonesia..




Ini lah kejadian Bom meledak dahsyat di Bali pada tahun 2005. Pada saat itu banyak nyawa yang hilang padahal mereka tidak ada kaitannya dengan para pelaku pemboman. Tetapi mengapa sasarannya warga biasa yang bekewarganegaraan asing. Bukan hanya warga asing yang menjadi korban tetapi turut pula warga Indonesia. Alasan para pelaku cukup sederhana, mereka mengatas nama kan Agama Islam untuk berjihad melawan Negara Amerika serta negara-negara yang menjadi musuh Islam. Padahal agama Islam tidak pernah mengajarkan berjihad dengan mengebom. Itu namanya pembunuhan massal. Rasanya belum setimpal dengan hukuman mati yang divoniskan kepada para terdakwa tersebut. Karena yang mereka bunuh adalah rakyat biasa. Pendapat saya para teroris itu pengecut, setan, karena mereka cuma beranikan diri untuk mengusik ketenangan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Padahal tujuan penyerangan Negara Amerika, Inggris, dsb. Tetapi mengapa rakyat Indonesia yang ditakuti.



Rakyat Indonesia tidak pernah lagi mendengar kabar tentang keberadaan Noordin M Top setelah tewas nya dr. Azahari. Pada tanggal 17 Juli 2009, pagi hari nya terjadi ledakan di hotel JW. Marriot dan hotel Ritz Charlton. Kedua hotel tersebut jaraknya sangat dekat dan dikenal dengan pengamanan yang sangat ketat dalam pemeriksaan. Hal tersebut dikarenakan kedua hotel ini berbintang lima dan merupakan tujuan penginapan setiap warga asing yang sedang berada di Indonesia. Kesempatan itu juga tidak disia-siakan para teroris untuk mengebom didalam hotel tersebut. Bom yang dilancarkan yakni dengan pelaku yang meledakkan diri sendiri biasa istilah teroris "pengantin". Akhirnya diketahui pelaku bom bunuh diri ini sudah dipersiapkan jauh hari dengan bantuan orang yang telah lama bekerja didalam hotel serta mengetahui segala situasi lokasi. Ibrohim orang tersebut yang membantu dalam kelancaran serta mengfasilitaskan kemudahan untuk keluar masuk hotel tanpa diperiksa pihak keamanan. Saya sendiri heran mengapa itu bisa segampang itu, padahal Ibrohim bukan lah pemegang saham di kedua hotel tersebut. Beliau hanya pekerja florist yang kebetulan memiliki rekanan kerja dengan pihak Hotel.

Kamar dengan no 1808 di hotel JW Marriot ini lah salah satu pelaku yang bernama Danni menginap sebelum melancarkan aski bom bunuh diri. Di kamar ini pula awal mula rencana para pelaku meledakkan bom setelah itu berharap banyak tamu hotel yang berhamburan di lobby hotel. Setelah itu barulah para pelaku bom bunuh diri ini meledakkan diri berharap banyak korban yang berjatuhan. Tetapi faktanya bom yang siap meledak dikamar 1808 tidak meledak kemungkinan ada nya kesalahan teknis. Tetapi itulah kebesaran mujizat yang diAtas sehingga tidak banyak korban jiwa. Dari kejadian ini akan membukakan mata dan hati kita untuk lebih objektif terhadap sekitar, lebih peduli dengan sesama sehingga aksi yang seperti demikian dapat dicegah. Serta mempersempit ruang aski para teroris dalam meneror rakyat Indonesia yang tidak bersama.

BOM.....BOM......hadiah pemilu presiden 2009 kah bagi Indonesia?




Rintih segenap hati rakyat Negara Indonesia bagai tersayat silet yang tajam. Itulah sebagian potongan kata yang perlu kita hayati bersama. Lupakan lah yang telah terjadi, tapi intropeksi lah setiap wahai manusia dibumi pertiwi ini tanpa terkecuali. Yang perlu pemerintahan Bapak SBY, segenap media massa, rakyat Indonesia tundukan kepala, rendahkan hati, bersama-sama merangkul agar teroris tidak akan lagi diberikan celah sekecil apa pun menyusup. Pemilu Legislatif 2009 telah usai, Pemilu Presiden 2009 telah selesai, berbagai kecurangan diserahkan saja kepada Hukum Negara Indonesia. Momen ini pula dijadikan azas manfaat bagi teroris mengebom hotel bintang 5, JW Marriot dan Ritz Charlton (maaf jika ada salah penulisan nama hotel) kabar yang dihimpun dari media masa Indonesia teroris menggunakan cara baru dalam aksi teror yakni menyusupkan kaki-kaki untuk bekerja didalam hotel tersebut. Sebenarnya Polri mungkin telah mengetahui bakal terjadi aksi teroris. Tapi Polri lebih memfokuskan pengamanan Pilpres 2009. Insiden ini menyisahkan luka mendalam bagi fans team Setan Merah Manchester United yang batal unjuk gigi di Indonesia. Begitu pula team all star Indonesia yang gagal mencuri ilmu sepak bola dari team setan merah .Yang paling penulis sesalkan teroris ini di komando Sdr. Noordin. M. Top dan alm. Dr. Azarih yang mana bukanlah warga negara Indonesia, tetapi korban berjatuhan sebagian warga negara Indonesia. Alasan teror ini simple, Jihad? Itukah alasan bom bunuh diri yang memaksa generasi muda Indonesia kearah jalan menyimpang. Semua telah terjadi, korban banyak berjatuhan, marilah ini menjadi pelajaran bagi segenap rakyat Indoneisa untuk membenah diri sediri, keluarga barulah negara Indonesia tercinta. Agar anak-anak kita tertata dengan baik serta menjadi pahlawan bagi Bangsa Indonesia dalam pembangunan bukan menjadi pahlawan bagi TERORIS

TERORIS MENEROR KEDAMAIAN BANGSA INDONESIA





Baru 4 (empat) tahun saja Indonesia hidup dalam situasi damai tentram, terhindar dari ketakutan dentuman bom yang memakan korban tidak bersalah. Bukan hanya itu saja, kesempatan ini dimanfaati oleh sebagian orang yang melakukan teror bom ke sejumlah kawasan yang memang dianggap HOT SPOT teroris melakukan aksinya. Otak pelakunya siapa? Tidak lain semua tertuju kepada Sdr. NOORDIN. M. TOP asal Malaysia. Pertanyaan selanjutnya mengapa harus Negara Indonesia yang menjadi sasaran penyerangan Sdr. NOORDIN. M. TOP? Maaf saja, bukankah Negara kelahiran Sdr. NOORDIN. M. TOP itu lebih banyak warga asing? Apa ini dikarenakan stabilitas negara yang tidak konsisten? Atau masyarakat Indonesia yang terlalu bangga dan lebih mudah untuk mempercayai apa pun dari orang asing? Mungkin ini tidak perlu kita bahas, karena setiap pembaca pasti telah memiliki asumsi jawaban dari sejumlah pertanyaan tersebut. Tapi warga Indonesia perlu berbangga hati terhadap kinerja dari Polri untuk menciduk setiap teroris yang berani mengacaukan situasi kondusif negara Indonesia.


Tetapi kinerja dari Polri belum maksimal, teroris yang telah diciduk aparat kepolisian hanyalah kaki-kaki Sdr. NOORDIN. M. TOP yang telah terjebak pernyataan atas suatu agama. Jumat, 7 Agustus 2009 kurang lebih pukul 17.00 wib telah terjadi pengepungan didaerah temanggung atas 1(satu) unit rumah warga didesa beji. Kabarnya rumah ini adalah milik orang tua gembong teroris tata yang telah tertangkap 3 tahun yang lalu. Begitu juga pada hari Jumat sore tersebut aparat polisi telah melakukan pengepungan atas rumah tersebut. Karena sesuai dengan informasi dari 2(dua) orang yang pada hari yang sama telah ditangkap bahwasanya Sdr. NOORDIN. M. TOP berada dirumah orang tua tata di desa Beji. Pertanyaannya sebegitu mudah nya aparat polisi mempercayai bocoran informasi dari kedua orang tersebut? Benarkah Sdr. NOORDIN. M. TOP berani bersembunyi dirumah gembong teroris yang telah tertangkap? Karena sudah tentu Polri pasti akan terus menyisir dan memantau seluruh rumah, tempat gembong teroris yang telah tertangkap atau telah divonis hukuman mati. Tapi jika memang benar itu Sdr. NOORDIN. M. TOP maka kita perlu yakin teroris telah menjadi lemah dan butuh waktu lama untuk merintis kembali organisasi teroris. Disinilah momentum bagi Polri untuk secepat mungkin menangkap dan membubarkan organisasi teroris tersebut. Tapi dari kaca mata saya cukup sedih melihat respek dari Polri dalam penyerbuan di daerah temanggung. Hanya untuk menangkap 1(satu) orang yang dikabarkan adalah Sdr. NOORD. M. TOP, Polri mengerahkan cukup banyak personil dengan persenjataan lengkap. Yah, kita tunggu saja hasil tes DNA dari keluarga Sdr. NOORDIN. M. TOP yang akan segera datang dari Negara Malaysia. Mudaha-mudahan itu lah Sdr. NOORDIN. M. TOP yang telah terbujur kaku di kamar mayat RS. Kramat Jati. Selamat Polri....!!Semangat Bapak Kapolri...

inspirasi generasi muda bangsa Indonesia

Selamat datang di http//:alfianinspirasi.blogspot.com yang merupakan serangkaian kata demi kata sampai menjadi sebuah inspirasi yang dapat menyumbangkan pesan-pesan bermanfaat bagi seluruh pembaca sehingga terbentuk jati diri yang sangat diperlukan pada zaman sekarang. Zaman sekarang masyarakat yang memiliki rasa ingin tahu serta giat mencari ingin tahu tersebut maka lebih berguna baik bagi diri nya maupun Nusa Bangsa.